Cara Baca Alkitab Yang Benar – COBALAH bayangkan Anda sedang mendengarkan langsung ajaran Yesus. Dia mengutip berbagai ayat, dan dia hafal semuanya! Bahkan, Yesus juga mengutip beberapa ayat dalam kata-kata pertamanya setelah dibaptis dan dalam kata-kata terakhirnya sebelum dia meninggal.b (Ulangan 8:3; Mzm. 31:5; Lukas 4:4; 23:46) Dan selama tiga ayatnya setengah tahun pelayanannya, dia sering membaca dan mengutip kitab suci serta menjelaskannya kepada orang banyak (Mat. 5:17, 18, 21, 22, 27, 28; Luke. 4:16-20.
Selama hidupnya di bumi, Yesus menunjukkan bahwa dia mencintai Firman Allah dan bertindak sesuai dengan apa yang dia pelajari (Lihat paragraf 2)
Cara Baca Alkitab Yang Benar
2 Bertahun-tahun sebelum Yesus memulai pelayanannya, dia sering membaca dan mendengarkan Firman Tuhan. Di rumah dia pasti mendengar Maria dan Yusuf mengutip tulisan suci saat keluarga mereka mengobrol.c (Ul. 6:6, 7) Dan, Yesus juga pasti datang ke sinagoga setiap hari Sabat bersama keluarganya. (Lukas 4:16) Di sana, ia pasti mendengarkan dengan penuh perhatian seraya Alkitab dibacakan. Belakangan, Yesus belajar sendiri membaca gulungan Kitab Suci. Hasilnya, dia mengetahui dan mencintai Firman Tuhan dengan baik dan bertindak berdasarkan apa yang dia pelajari. Ketika Yesus baru berusia 12 tahun, dia berbicara kepada ahli-ahli Taurat di bait suci, dan mereka “terheran-heran karena dia memahami banyak hal dan karena jawaban-jawabannya” (Lukas). 2:46, 47, 52.
Cara Membaca Alkitab
3 Kita juga dapat mengenal dan mencintai Firman Tuhan jika kita membacanya secara teratur. Namun, apa manfaat sebenarnya dari membaca Alkitab? Kita bisa belajar dari perkataan Yesus kepada ahli-ahli Taurat, orang Farisi dan Saduki. Para pemimpin agama ini sering membaca Kitab Suci, namun tidak mengambil manfaat darinya. Yesus memberi tahu mereka tiga hal yang harus dilakukan. Dalam artikel ini, kita akan membahas perkataan Yesus kepada mereka agar kita dapat (1) memahami apa yang kita baca, (2) menemukan permata spiritual, dan (3) menjadi orang yang lebih baik.
4 Kita perlu memahami apa yang kita baca dalam Firman Tuhan agar dapat benar-benar memperoleh manfaat darinya. Lihatlah percakapan Yesus dengan ahli Taurat. (Baca Lukas 10:25-29.) Pria itu bertanya apa yang harus dia lakukan untuk memperoleh kehidupan kekal. Untuk menunjukkan bahwa jawabannya ada dalam Firman Tuhan, Yesus bertanya, “Apa yang tertulis dalam Taurat?” Apa yang kamu pahami?” Orang itu memberikan jawaban yang benar. Ia mengutip ayat suci tentang mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama. (Imamat 19:18; Ulangan 6:5) Namun setelah itu ia bertanya, “Siapa sebenarnya sesamaku? Hal ini menunjukkan bahwa orang tersebut benar-benar tidak memahami apa yang dibacanya. Akibatnya, dia tidak tahu bagaimana dia bisa menerapkan ayat-ayat tersebut dalam hidupnya.
5 Kita dapat memahami Firman Tuhan dengan lebih baik jika kita berusaha mempunyai kebiasaan belajar yang baik. Cobalah beberapa saran berikut. Berdoalah sebelum Anda mulai membaca Alkitab. Kita membutuhkan bantuan Yehuwa untuk memahami Firman-Nya. Jadi, carilah roh suci-Nya agar Anda bisa berkonsentrasi. Kemudian bacalah secara perlahan untuk memahami apa yang Anda baca. Anda dapat membaca dengan suara keras atau sambil mendengarkan rekaman audio. Dengan cara ini, gunakanlah mata dan telinga Anda agar perkataan Firman Tuhan tertanam dalam pikiran dan hati Anda. (Nash. 1:8) Setelah selesai membaca, Anda bisa berdoa kembali. Nyatakan rasa syukur karena Yehuwa telah memberi Anda Firman-Nya dan mintalah Dia membantu Anda menerapkan apa yang telah Anda baca.
Mengapa Anda dapat memahami dan mengingat apa yang Anda baca dengan lebih baik jika Anda membuat catatan singkat? (Lihat paragraf 6)
Pokok Pokok Penting Dalam Alkitab 6
6 Ada dua saran lagi yang dapat membantu Anda memahami Alkitab dengan lebih baik. Saat Anda membaca sebuah cerita, coba pikirkan pertanyaan seperti ini: “Siapa tokoh utamanya? Siapa yang berbicara? Siapa yang dia tuju dan mengapa? Di mana dan kapan peristiwa ini terjadi?’ Pertanyaan seperti ini dapat membantu Anda memvisualisasikan cerita dan memahami esensinya. Selain itu, buatlah catatan singkat. Saat Anda membuat catatan, Anda seperti dipaksa untuk lebih memikirkan apa yang Anda baca agar lebih memahami dan mengingatnya. Apa yang bisa Anda perhatikan? Anda dapat mencatat jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas, hasil penelitian Anda, poin-poin utama, pembelajaran atau perasaan Anda. Jika Anda mencatat seperti ini, Anda bisa merasakan bahwa Alkitab berisi pesan dari Tuhan kepada Anda secara pribadi.
7 Yesus menunjukkan bahwa untuk memahami apa yang kita baca dalam Firman Tuhan, kita harus “mempertimbangkannya dengan hati-hati”. Dengan kata lain, kita perlu menggunakan keterampilan berpikir. (Baca Matius 24:15.) Artinya, kita hendaknya berusaha memahami hubungan antara ayat yang satu dengan ayat yang lain serta hubungan antara apa yang kita baca dengan apa yang terjadi di sekitar kita. Seperti yang Yesus tunjukkan, jika kita menggunakan daya nalar kita, kita akan dapat mengetahui peristiwa apa saja yang dimaksud dalam nubuat Alkitab. Selain itu, dengan menggunakan keterampilan berpikir kita, kita dapat memperoleh manfaat dari semua yang kita baca dalam Alkitab.
8 Yehuwa dapat membantu kita menggunakan keterampilan berpikir kita dengan baik. Jadi, berdoalah memohon pertolongan-Nya. (Amsal 2:6) Selanjutnya, Anda hendaknya menindaki doa Anda. Bagaimana caranya? Pelajarilah apa yang Anda baca dengan cermat dan pikirkan kaitannya dengan hal-hal yang sudah Anda ketahui. Anda dapat memanfaatkan alat yang disediakan oleh organisasi, seperti
Alat-alat tersebut dapat membantu Anda memahami makna ayat tersebut dan memahami pelajarannya bagi Anda. (Ibr. 5:14) Jika Anda membaca Alkitab menggunakan kemampuan berpikir Anda, Anda akan memahaminya dengan lebih baik.
Membaca Alkitab Lebih Sering. Sebagai Orang Percaya, Kita Meyakini…
9 Orang Saduki sudah familiar dengan lima buku pertama Kitab-Kitab Ibrani, tapi tidak mau menerima beberapa kebenaran penting yang terkandung di dalamnya. Misalnya, mereka tidak percaya adanya kebangkitan. Ketika mereka bertanya kepada Yesus tentang hal itu, Dia berkata, “Apakah kamu belum membaca kisah semak duri dalam kitab Musa? Saat itu, Tuhan berfirman kepada Musa: “Akulah Tuhan Abraham, Tuhannya Ishak, dan Tuhannya Yakub.” (Markus 12:18, 26) Banyak orang Saduki pasti pernah membaca kisah semak duri. waktu. Namun, seperti yang ditunjukkan oleh perkataan Yesus, mereka tidak percaya pada doktrin kebangkitan, salah satu ajaran penting dalam Alkitab (Markus). 12:27; Lukas. 20:38d
10 Apa pelajarannya? Ketika kita membaca sebuah ayat atau cerita dalam Alkitab, kita ingin memikirkan apa yang dapat kita pelajari dari ayat atau cerita tersebut. Selain mempelajari ajaran dasar, kita juga harus menggali lebih dalam untuk menemukan kebenaran dan asas berharga di balik tulisan suci yang kita baca.
11 Bagaimana Anda dapat menemukan permata rohani saat membaca Alkitab? Perhatikan apa yang dikatakan di 2 Timotius 3:16, 17. (Baca.) Menurut ayat itu,
Isi Kitab Suci. . . berguna” untuk (1) mengajar, (2) menunjukkan kesalahan, (3) memperbaiki keadaan, dan (4) mendidik kita. Keempat manfaat ini bisa Anda peroleh bahkan dari buku-buku Alkitab yang jarang Anda baca. Saat Anda membaca Alkitab, pikirkan apa yang diajarkan ayat-ayat tersebut tentang Yehuwa, kehendak-Nya, atau prinsip-prinsip yang telah Dia berikan. Pertimbangkan juga bagaimana ayat-ayat ini berguna untuk menunjukkan kesalahan. Pelajari bagaimana ayat-ayat ini membantu Anda mengenali dan menolak keinginan atau sikap yang salah dan tetap setia kepada Yehuwa. Perhatikan bagaimana ayat-ayat ini dapat digunakan untuk mengoreksi atau memperbaiki sikap yang salah, misalnya sikap orang yang Anda temui dalam pelayanan. Dan pikirkan bagaimana ayat-ayat ini mengajarkan Anda untuk meniru cara berpikir Yehuwa. Jika Anda melakukan semua hal ini, Anda akan menemukan permata rohani yang dapat membuat pembacaan Alkitab Anda lebih bermanfaat.
Tips Rajin Membaca Alkitab Setiap Hari Tanpa Terlewat
12 Yesus juga berkata, “Apakah kamu belum pernah membaca?” kepada orang-orang Farisi. Dia mengatakan hal itu untuk menunjukkan bahwa mereka benar-benar tidak memahami Firman Tuhan. (Matius 12:1-7) Saat itu, orang Farisi menuduh murid-murid Yesus melanggar aturan hari Sabat. Yesus menjawab mereka dengan memberikan dua contoh dari Alkitab dan mengutip sebuah ayat dari Hosea untuk menunjukkan bahwa orang-orang Farisi kejam dan tidak memahami prinsip-prinsip hukum Sabat. Meskipun orang Farisi sering membaca Firman Tuhan, hal itu tidak membuat mereka menjadi orang yang lebih baik. Mengapa? Sebab tujuan mereka membaca adalah untuk menyombongkan diri dan mencari-cari kesalahan orang lain. Mereka tidak begitu memahami apa yang mereka baca (Mat. 23:23; Yoh. 5:39, 40.
13 Kita belajar dari kata-kata Yesus bahwa kita hendaknya membaca Alkitab dengan sikap yang benar. Kita tidak boleh seperti orang Farisi yang membaca Firman Tuhan dengan tujuan menyombongkan diri dan mencari-cari kesalahan orang lain. Sebaliknya, kita harus “menerima dengan rendah hati penanaman firman itu.” (Yakobus 1:21) Jika kita rendah hati dan mau diajar, Firman Tuhan dapat menjadikan kita orang yang lebih baik. Kita juga akan menjadi lebih penyayang, baik hati, dan penuh kasih sayang.
14. Apa yang menunjukkan bahwa Alkitab telah menjadikan kita orang yang lebih baik? (Lihat juga gambar.)
14 Orang Farisi tidak menjadi orang yang lebih baik meskipun mereka membaca Firman Tuhan. Hal ini terlihat dari sikap mereka yang suka “menghakimi orang yang tidak bersalah”. (Mat. 12:7) Bagaimana dengan kita? Apakah Firman Tuhan telah membuat kita menjadi orang yang lebih baik? Hal ini terlihat dari cara kita memandang dan memperlakukan orang lain. Misalnya, apakah kita sering membicarakan hal-hal baik yang kita lihat pada orang lain, atau apakah kita lebih banyak membicarakan kekurangannya? Apakah kita penuh belas kasihan dan mau memaafkan orang lain, ataukah kita kritis dan pemarah? Dengan memikirkan pertanyaan-pertanyaan tersebut, kita dapat mengetahui apakah Firman Tuhan telah mempengaruhi cara kita berpikir, merasakan dan bertindak (1 Tim. 4:12, 15; Ibr. 4:12
Doa Baca Firman Tuhan
15 Yesus sangat mencintai Firman Tuhan dan perasaannya dinubuatkan dalam Mazmur 40:8: “Aku senang melakukan kehendakmu, ya Tuhanku, dan hukummu ada di hatiku.” Hasilnya, dia bisa terus melayani Yehuwa dengan setia dan penuh sukacita. Kita juga bisa tetap setia dan bersukacita jika kita terus membaca dan mencintai Firman Tuhan (Mzm. 1:1-3.
16. Apa yang akan Anda lakukan agar membaca Alkitab lebih bermanfaat? (Lihat kotak
Cara membaca alkitab yang benar, cara baca alquran yang benar, cara baca inggris yang benar, cara baca buku yang benar, cara belajar alkitab yang benar, cara baca quran yang benar, cara berdoa yang benar alkitab, cara baca alkitab dengan benar, cara baca fatihah yang benar, cara baca sholat yang benar, cara baca tajwid yang benar, cara baca hijaiyah yang benar