Koperasi Simpan Pinjam Di Batam

Koperasi Simpan Pinjam Di Batam – Batam, – Kader Posyandu mendirikan Koperasi Konsumen Posyandu Madani Batam Koperasi tersebut berlokasi di Ruko Wisma Buana Indah 1 Blok A1 nomor 1 Sagulung, Kota Batam. Rabu (03/02/2021).

Kemitraan ini dijalin langsung oleh Anggota DPRD Kepri, DR. H. Irwansyah, SE., MM., juga menjabat sebagai Direktur Utama Koperasi Konsumen Posyandu Madani Batam.

Koperasi Simpan Pinjam Di Batam

Irwansyah mengatakan, anggota koperasi adalah swasta, kader posyan tidak perlu menjadi anggota, namun jika ingin mendapatkan manfaat dari kerjasama, ia mengajak seluruh kader posyan untuk bergabung.

Rempang Galang Dalam Solusi Berbayang

Irwansyah melanjutkan, toko pangan dan koperasi ini baru pertama kali dibuka sehingga rencananya akan dikirim sebanyak 500 unit di Batam. Tujuannya untuk mendukung para ibu yang ingin berbelanja murah dan berhemat dengan pinjaman tanpa bunga.

“Oleh karena itu, partai ingin mendukung pengembangan perekonomian setiap kader Posyandu yang tergabung dalam partai. Ini acara yang sudah lama saya rencanakan, namun karena padatnya jadwal, baru bisa kami laksanakan hari ini. ” Itu sudah jelas.

Irwansyah juga mengatakan, Bagi kader posyandu yang ingin bergabung menjadi anggota koperasi, opsinya masih terbuka, hanya dengan mengisi formulir untuk membayar setoran pokok dan yang wajib adalah wesel sebagai syarat kerjasama.

“Alhamdulillah, ini menjadi wujud mimpi lama saya yang ingin menggalang dukungan bagi kader Posyandu.” Insya Allah ini juga membuka peluang finansial bagi kader Posyandu sebagai anggota,” jelasnya.

Monitoring Ke Batam, Ketua Kmm Motivasi Kinerja Wilayah Sumbagteng 1

Ketua Koperasi Konsumen Posyandu Madani Batam, Rika Aprilia mengatakan, kartu dukungan 32 yang diberikan contoh oleh pimpinan H. Irwansyah sebagai tanda dimulainya kiprah ekonomi kader posyandu.

“Tujuan kami mendirikan koperasi ini adalah untuk meningkatkan sumber daya manusia kader posyandu dan meningkatkan kekuatan ekonomi perempuan khususnya kader posyandu.” , Karena kami sudah menyiapkan toko-toko yang menunjang pekerjaan tersebut,” tutupnya. Image Credit: Sejumlah pembeli terlihat berdiri di depan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) IndoSurya cabang Batam yang tutup sejak 15 Februari. , ditemui di Toko Palm Spring, Batam Center, Kota Batam, Senin (20/4/2020) siang, pukul 14.20 WIB.(Foto: iam)

, Batam – Banyak nasabah yang tergabung dalam dunia usaha di kota Batam, meminta Koperasi Simpan Pinjam (KSP) IndoSurya mengembalikan uangnya, total mereka berinvestasi sebesar 12 triliun rupiah di Indonesia.

“Di sini kita hemat, IndoSurya dan uang. Konon yang terbesar di seluruh Indonesia ini memiliki lebih dari 100 cabang,” kata salah satu pelanggan asal Batam dan Dukungan Kredit (KSP) di Jakarta Pusat. , Vera. , ketika beberapa pekerja media diwawancarai di depan perusahaan. Koperasi Simpan Pinjam (KSP) IndoSurya Cabang Batam, di Toko Palm Spring, Batam Center, Kota Batam, Senin (20/4/2020) sore, pukul 14.20 WIB.

Audiensi Bersama Kepala Kejaksaan Negeri Kota Batam, Pc Pmii Batam Apresiasi Kinerja Aparat Penegak Hukum

Dikatakannya, hingga saat ini sudah lebih dari 12 triliun uang nasabah yang ditanamkan di IndoSurya. Namun mengapa nasabah anggota Batam yang biasanya menjadi nasabah tidak dapat menarik uang setelah menyetor sejumlah uang ke Koperasi Simpan Pinjam (KSP) IndoSurya Batam.

“Kenapa tidak ada politik? Kami tidak diberi status apa pun. Kami pengusaha, Pak. Kalau tidak digaji, kami tidak bisa membayar gaji rakyat dan pekerja kami,” kata Vera dengan suara lirih. Dia diwawancarai oleh banyak pekerja media.

Vera menghimbau kepada Pemerintah Kota Batam dan instansi terkait seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), DPRD dan Pemko untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang banyak dihadapi oleh para pengusaha di Kota Batam hingga pusat.

Berdasarkan informasi yang diterima, perusahaan IndoSurya sudah tidak beroperasi sejak 15 Februari. Sekitar 100 miliar rupiah uang mereka dimiliki oleh dua puluh atau lebih pengusaha di Batam.

Pengurus Hmi Cabang Batam Madani Dukung Sikap Pc Pmii Kota Batam Tuntut Kasat Intelkam Polresta Barelang Dicopot

“Saya tidak bisa mengambil uang saya, saya berencana mengambil uang saya karena saya butuh uang kembalian bisnis. Jadi saya akan membayar uang itu,” ujarnya.

“Kami tidak bisa melakukan semuanya sekarang,” lanjutnya.

Di lokasi yang sama, perwakilan pelanggan lainnya mengatakan Rianto meminta uangnya kembali. Kejadian ini menyebabkan beberapa orang melakukan bunuh diri.

“Ada pedagang yang bunuh diri, mereka bunuh diri karena IndoSurya, teman-teman kita yang lain, seperti di Yogyakarta dan banyak tempat, sudah lapor ke polisi di Tanah Air, dalam beberapa minggu ke depan, kita juga akan sampaikan ke wilayah Kepulauan Riau, “dia berkata.

Pengawasan Kepatuhan Menjalankan Protokol Kesehatan Sesuai Standar Covid

Rianto mengatakan, dirinya dan perwakilan nasabah lainnya juga melaporkan hal tersebut ke OJK Batam. Namun OJK memerintahkan mereka melaporkan kejadian tersebut ke Menteri Koperasi (Menko).

“IndoSurya bekerja di bidang Keuangan, Asuransi dan Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Nah, yang jadi persoalan adalah KSP. Saya sudah ikut selama 3 tahun dan sejauh ini berjalan dengan baik,” tutupnya.

Koperasi simpan pinjam di bali, koperasi simpan pinjam di ambon, koperasi simpan pinjam di padang, koperasi simpan pinjam di bandung, koperasi simpan pinjam di balikpapan, koperasi simpan pinjam di jambi, koperasi simpan pinjam di depok, koperasi simpan pinjam di jogja, koperasi simpan pinjam batam, pinjaman di koperasi simpan pinjam, koperasi simpan pinjam di karawang, bunga di koperasi simpan pinjam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *