Cara Mengukur Arus Dan Tegangan Menggunakan Multimeter – A. Multimeter digital B. Multimeter analog 1. Pengukuran arus listrik 2. Pengukuran tegangan listrik 3. Pengukuran hambatan listrik 4. Fungsi Hfe 5. Pengukuran nilai kapasitansi 6. Pengukuran frekuensi sinyal A. Pengukuran tegangan DC B. Pengukuran tegangan AC arus DC yang kuat
Multimeter adalah alat pengukur listrik. Ada dua jenis multimeter yaitu analog dan digital. Tidak semua orang mengetahui cara mengoperasikan kedua jenis alat ukur listrik ini. Untuk memahaminya simak penjelasan multimeter berikut jenis-jenisnya serta cara penggunaannya.
Cara Mengukur Arus Dan Tegangan Menggunakan Multimeter
Buku Ajar Dasar Listrik dan Elektronika Keteknikan Pertanian Karya Mareli Telaumbanua menjelaskan bahwa multimeter merupakan suatu alat ukur yang digunakan untuk mengukur hambatan (resistansi), arus, dan tegangan. Multimeter juga dikenal sebagai meter AVO (Ampere, Volt dan Ohm).
Cara Pemilihan Multimeter Yang Tepat Dan Sesuai Kebutuhan
Multimeter dibagi menjadi dua jenis, yaitu multimeter analog dan digital. Perbedaan kedua multimeter ini terlihat dari segi bentuk dan juga cara menampilkan hasil pengukurannya. Pada multimeter analog, hasil pengukuran ditampilkan dengan skala pada pelat timbangan, sedangkan pada multimeter digital, hasil pengukuran dapat dilihat langsung pada layar digital.
Secara fisik, multimeter analog mempunyai fitur jarum jam dengan keterbatasan pada hasil pengukuran. Selain itu, multimeter digital banyak digunakan karena dianggap lebih mudah digunakan dan hasil pengukurannya dianggap lebih akurat.
Johansli Noya dalam majalahnya Digital Multimeter, Analog Multimeter (Fungsi dan Kegunaan) menjelaskan secara detail kedua jenis multimeter tersebut sebagai berikut:
Multimeter digital lebih akurat dan serbaguna dibandingkan multimeter analog. Selain itu, satuannya lebih akurat dan pilihan pengukurannya lebih banyak karena tidak terbatas pada ampere (A), volt (V), dan ohm (O). Hasil pengukuran juga lebih akurat karena menggunakan tampilan 4 digit sehingga mudah dibaca dan digunakan.
Pengertian Multimeter Digital, Fungsi Dan Cara Menggunakannya
Multimeter ini biasanya digunakan untuk penelitian atau pengukuran yang memerlukan ketelitian tinggi. Namun kekurangannya adalah sulitnya mengontrol tegangan yang tidak stabil.
Multimedia analog lebih banyak digunakan untuk keperluan sehari-hari seperti televisi atau servis komputer yang sebagian besar menggunakan jenis analog ini. Saat mengukur tegangan bergerak naik turun, sebaiknya menggunakan multimeter analog.
Keunggulannya adalah layarnya lebih sederhana dan mudah dibaca. Namun akurasinya rendah, jadi sebaiknya gunakan multimeter digital untuk pengukuran yang memerlukan akurasi tinggi.
Dapat dikatakan bahwa mengukur arus listrik merupakan fungsi utama dari multimeter. Perhatikan arus mana yang ingin diukur, karena pada alat ukur multimeter terdapat dua jenis arus listrik, yaitu arus listrik DC (Direct Current) dan arus listrik AC (Alternating Current). Hal ini untuk mencegah atau meminimalisir resiko kerusakan komponen yang mungkin terjadi.
Cara Menggunakan Multimeter Digital Dan Analog
Fungsi lain dari multimeter adalah untuk mengukur tegangan atau arus yang dihasilkan oleh komponen listrik. Batas maksimum pengukuran ini digunakan sebagai ambang batas agar nilai tegangan tidak melebihi nilai pengukuran pada saat melakukan pengukuran komponen.
Multimeter juga dapat mengukur resistansi atau resistansi suatu resistor. Seperti halnya mengukur tegangan, multimeter memiliki rentang untuk mengukur resistansi.
Tidak semua multimeter memiliki fungsi Hfe. Fungsi hfe digunakan untuk mengetahui nilai gain suatu transistor dan sebagai patokan transistor tipe NPN dan tipe PNP.
Multimeter juga mampu mengukur kapasitansi dalam kapasitor. Seperti fungsi lainnya, terdapat nilai ambang batas maksimum untuk mengukur kapasitansi. Oleh karena itu pastikan kapasitor yang akan diukur tidak melebihi batas maksimal.
Ketahui Fungsi Dan Cara Pakai Avo Meter Yang Benar
Multimeter juga dapat digunakan untuk mengukur frekuensi sinyal untuk mendapatkan nilai frekuensi yang tepat dari sinyal yang dikirim oleh suatu komponen elektronik. Bagaimana cara menggunakan multimeter? Multimeter merupakan suatu alat yang digunakan untuk mengukur berbagai besaran listrik (multifungsi), seperti mengukur nilai hambatan, mengukur arus searah (arus DC), tegangan DC, dan tegangan AC (sumber lain). Ada dua jenis multimeter yaitu. multimeter analog dan multimeter digital, masing-masing dari kedua jenis tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan. Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang multimeter digital, lihat foto multimeter di bawah ini:
Menurut Gambar 1, probe positif (merah) harus dihubungkan ke pin VΩmA jika kita ingin mengukur: tegangan DC, tegangan AC, arus DC dan hambatan. Lalu kapan probe merah dihubungkan ke pin 10A? Hal ini dilakukan jika kita ingin mengukur arus diatas 200 mA, ingat pembacaan maksimal pada skala ini adalah 10A. Jika arus yang diukur lebih dari 10A maka sekring pada multimeter rusak, sehingga kita perlu mengganti sekring terlebih dahulu untuk menggunakan pin ini kembali.
Berdasarkan Gambar 1, jika kita ingin mengukur tegangan DC maka saklar selector diarahkan ke besaran tegangan DC seperti gambar dibawah ini:
Karena tegangan yang diukur adalah arus searah, kutub positif (merah) dari probe multimeter harus dihubungkan ke Vcc (+) dan probe negatif (hitam) dihubungkan ke ground (GND). Perhatikan tegangan yang diukur adalah 5V, jika kita menempatkan ujung selektor pada skala 1V maka kesalahan pembacaan ditunjukkan dengan angka 1 pada multimeter. Sekarang kita naikkan skalanya menjadi 20V, maka tidak ada lagi kesalahan pada skala dan tegangan terukur muncul di layar. Lihat gambar di bawah ini:
Gambar Pemasangan Amperemeter Dan Voltmeter Dalam Rangkaian Listrik Dibawah Ini Yang Benar Adalah…
2. VAC bersifat non-polarisasi, sehingga tidak ada aturan bahwa ujung positif multimeter harus berada pada kutub positif sumber tegangan. Dengan demikian, pengukuran dapat dilakukan dengan membalik sumbu positif atau negatif multimeter.
Pengukuran tegangan dilakukan dengan menghubungkan probe multimeter (positif dan negatif) secara paralel dengan sumber tegangan, namun jika kita ingin mengukur arus (DC atau AC), sambungan probe multimeter harus dihubungkan secara seri dengan sumber arus. Saya tekankan kembali bahwa pengukuran tegangan menggunakan rangkaian paralel, sedangkan pengukuran arus menggunakan rangkaian seri. Lihat gambar di bawah untuk informasi lebih lanjut:
Untuk posisi saklar selektor sama seperti mengukur tegangan diatas, mulailah dari skala terkecil, jika masih terbaca 1 maka besarkan kembali skalanya. Agar lebih jelas, kita ukur arus I pada rangkaian berikut:
Bagaimana arus diukur? Karena multimeter dihubungkan secara seri, maka cukup dengan mengganti kabel merah dengan kabel multimeter, perhatikan gambar berikut:
Cara Menggunakan Multitester / Multimeter Digital
Agar lebih jelas kita buat rangkaian dengan catu daya 3V, resistor 680 Ohm. maka arus yang melalui resistor:
Berdasarkan Gambar 8, arus terukur sebesar 6,68 mA dan berbeda 2 mA dari hasil perhitungan teoritis.
Untuk mengukur resistansi, tidak perlu menyambungkan kabel positif (merah) multimeter ke kabel positif resistor atau kabel negatif ke kabel negatif resistor. Hal ini karena resistor merupakan komponen non-polar. Jadi tidak masalah jika ingin membalikkan posisi pengukuran. Jika kita ingin mengukur suatu hambatan yang belum diketahui hambatannya, disarankan untuk mengatur saklar pada skala yang paling kecil, misalnya skala 200 Ohm. Kemudian sambungkan kedua sumbu multimeter ke kaki hambatan, amati pembacaan di layar. Jika angka tetap 1 berarti nilai resistansi melebihi 200 Ohm, naikkan skala lagi menjadi 2k, periksa apakah angka resistansi ditampilkan. Lihat gambar di bawah ini:
Angka yang terbaca adalah 0,663, berapakah nilainya? Kita harus mempercayai skala tersebut karena skala yang digunakan adalah 2k (orde 1 kiloohm), jadi 0,663 adalah 0,663 k. kita ubah ke ohm, hasilnya 0,663 x 1000 ohm = 663 Ohm.
Sekelompok Siswa Di Kelas Melakukan Percobaan Hukum Ohm Dengan Mengukur Tegangan Dan Hambatan Dengan
Selain pengukuran di atas, kita juga bisa menggunakan multimeter untuk mengukur sambungan kawat. Pertama, saklar pemilih diatur ke mode kontinu, lihat gambar di bawah ini:
Jadi bagaimana cara kerja mode persistensi? Pada mode ini multimeter benar-benar mengalirkan arus, jika dihubungkan maka arus mengalir, jika terputus tidak ada arus yang mengalir. Oleh karena itu, kita dapat mengecek apakah kabel/kabel tersebut masih berfungsi normal atau rusak. Jadi jika kabel tidak tersambung maka akan ditampilkan angka 1, jika tersambung maka akan ditampilkan angka selain 1, pada dasarnya dalam hal ini multimeter juga berbunyi bip. Bagaimana cara mengukurnya? Simak animasinya dibawah ini: Ada beberapa alat ukur yang kita gunakan dalam pengukuran kelistrikan. Oleh karena itu, alat ukur diklasifikasikan menurut fungsinya.
Namun pada umumnya sebagian besar teknisi kelistrikan, kelistrikan atau komputer lebih suka menggunakan alat ukur yang disebut multimeter/multimeter karena alat ukur ini mempunyai fitur yang multifungsi, dimana satu alat ukur dapat digunakan sebagai voltmeter, ammeter dan ohmmeter.
Pertama mari kita lihat bagian-bagian multimeter analog diatas pada gambar dibawah ini:
Mengetahui Tegangan Listrik
Apabila menggunakan multimeter sebagai voltmeter, sebaiknya kita mengikuti petunjuk penggunaan masing-masing multimeter, yang dapat diringkas sebagai berikut:
Pilih SM (Max Scale) yang akan digunakan, gambar multimeter dibawah ini terdapat 3 pilihan SM (Max Scale) yaitu : 10, 50, 250
Sekarang tinggal baca indikatornya. Mari kita lihat indikatornya seperti yang ditunjukkan di bawah ini dari gambar di atas:
Dari gambar di atas terlihat ada 10 band antara 200-250, jadi ukuran masing-masing band (kita asumsikan simbol berat = S untuk setiap band):
Memahami Simbol Simbol Pada Alat Multimeter Digital
Saya seorang guru sekolah swasta di SMK Kristen 5 Klaten. Saya mempunyai seorang istri bernama Natalie Putri dan seorang anak bernama Nukleo Dian Nagari Putro Nugroho. Saya tinggal di Permai Blok D3, RW 10 RT 01, Kec, Perum Griya Husada, Kota Jawa Tengah, Kabupaten Klaten tepatnya. Klaten Selatan, Kab. Klaten 57424 pada kesempatan kali ini kita bisa belajar bersama lagi, pada kesempatan kali ini kita akan belajar cara menggunakan multimeter / avometer / multimeter. Baiklah, mari kita bahas
Sebelum melanjutkan ke bagian ini, kita perlu mengetahui perbedaan antara arus AC dan DC. Tegangan DC (Direct Care) adalah arus yang mengalir searah dari positif ke negatif, sedangkan AC (arus bolak-balik) adalah arus yang mengalir melintasi tegangan. dari positif ke negatif bolak-balik. Konstanta negatif dan terbalik, contoh arus DC ada pada baterai jam dinding, ciri-cirinya adalah negatif dan positif tidak dapat dibalik, dan contoh arus AC adalah listrik rumah tangga, salah satu cirinya
Cara mengukur arus dan tegangan, cara mengukur tegangan ac menggunakan multimeter, cara mengukur arus listrik menggunakan multimeter, cara mengukur tegangan listrik menggunakan multimeter, cara mengukur tegangan dengan multimeter, cara mengukur arus tegangan dan hambatan dengan multimeter, cara mengukur arus dengan multimeter, cara mengukur arus menggunakan multimeter digital, mengukur tegangan dengan multimeter, cara mengukur arus menggunakan multimeter analog, cara mengukur arus menggunakan multimeter, cara mengukur tegangan ac dan dc menggunakan multimeter