Rumus Menghitung Skala Likert Arikunto

Rumus Menghitung Skala Likert Arikunto – Apakah kamu suka buku ini? Anda dapat menerbitkan buku Anda secara online secara gratis dalam hitungan menit! Buat flipbook Anda sendiri

10 Uji keputusan dengan membandingkan r hitung r dengan tabel r, dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Jika (ℎ) ≥ () : Instrumen dikatakan reliabel. 2. Jika (ℎ) ≤ (): Alat dikatakan tidak sesuai. 3.7. Teknik Analisis Data dan Pengujian Hipotesis Menurut Sugiyono (2019:206), analisis data adalah “Kegiatan setelah mengumpulkan data dari semua pertemuan atau sumber data lainnya”. Dalam analisis kegiatan yang dilakukan adalah: menganalisis data berdasarkan variabel dan jenis responden, menjumlahkan data menjadi variabel berdasarkan seluruh responden, menyajikan data yang diperoleh untuk setiap variabel, melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang diajukan. 3.7.1 Analisis Statistik Deskriptif Menurut Sugiyono (2019:206) analisis deskriptif adalah: “statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara menggambarkan atau menggambarkan data yang terkumpul sebagaimana adanya tanpa maksud untuk membuat kesimpulan umum atau generalisasi”. Penelitian yang dilakukan pada populasi (tanpa sampling) akan menggunakan statistik deskriptif dalam analisisnya. Statistik deskriptif dapat digunakan jika Anda hanya ingin mendeskripsikan sampel data dan tidak ingin menarik kesimpulan yang berlaku untuk populasi dari mana sampel tersebut diambil. Penelitian kuantitatif menggunakan skala Likert. Menurut Sugiyono (2019:146) “Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, keyakinan dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial”. Untuk keperluan analisis kuantitatif maka harus disiapkan tabel tanggapan yaitu: Tabel 3.2 Skor Kuesioner Jawaban Skor Pertanyaan Sangat Setuju (SS) 5 Setuju 4 Ragu-ragu (RR) 3 Tidak Setuju (TS) 2 Sangat Tidak Setuju. (STTS) 1

Rumus Menghitung Skala Likert Arikunto

11 Ukuran skala mencerminkan interval pada skala Likert. Menurut Sugiyono (2019: 118) untuk menentukan kategori interval hasil kuesioner, rumusnya adalah sebagai berikut: Berikut adalah langkah-langkah menghitung skala interval, sebagai berikut: 1. Menentukan jenis interval yang sudah ada dalam 5 kategori. 2. Tentukan skor total: (skor total x jumlah pertanyaan x jumlah responden). 3. Tentukan skor terendah: (skor terendah x jumlah soal x jumlah vihara). Selain itu, urutan pada setiap variabel penelitian dapat dilihat dari perbandingan antara skor aktual dengan skor ideal. Skor angka aktual diperoleh dengan menghitung pendapat seluruh responden sesuai dengan bobot peringkat (1, 2, 3, 4, 5), sedangkan skor sampel diperoleh dengan memprediksi nilai tertinggi dikalikan jumlah kuesioner. diperoleh dari jumlah responden. Rumus penskoran sebenarnya adalah sebagai berikut: Skor Total = x 100% Untuk setiap opsi jawaban yang akan diberi skor, responden harus menjelaskan dan mendukung proposisi bahwa jawaban yang dipilih harus digunakan. Skala pengukuran terdapat pada tabel berikut: Interval = −

Pdf) Pengaruh Komunikasi, Iklim Organisasi Dan Gaya Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru Sma

12 Tabel 3.2 Alternatif Skala Pengukuran Tanggapan Tanggapan Skor SS Sangat Setuju 5 S Setuju 4 KS Kurang Setuju 3 TS Tidak Setuju 2 STS Sangat Tidak Setuju 1 3.7.2 Verifikasi Analisis Statistik Verifikasi Analisis statistik adalah analisis pengujian yang disajikan dalam penelitian statistik I will. mereka mencoba menghasilkan informasi ilmiah baru, yaitu keadaan hipotesis berupa kesimpulan apakah hipotesis diterima atau ditolak (Sugiyono, 2019:54). 3.7.2.1 Pengujian hipotesis klasik Pengujian hipotesis klasik digunakan untuk menyelidiki, menguji dan memastikan kelayakan model regresi berdistribusi normal, bebas multikolinearitas dan bebas heteroskedastisitas. Uji hipotesis klasik yang digunakan adalah uji normalitas, uji multikolinearitas dan uji heteroskedastisitas (Algifari, 2017:115). 3.7.2.1.1 Uji Normalitas Menurut Ghozali (2018:161) uji normalitas adalah “pengujian yang bertujuan untuk mengetahui apakah variabel bebas atau variabel terikat berdistribusi normal atau tidak”. Jika variabel tidak berdistribusi normal, hasil uji statistik akan berkurang. Uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji statistik Kolmogorov Smirnov One Sample. Dasar pengambilan keputusan dengan menggunakan uji normalitas satu sampel Kolmogorov Smirnov adalah: 4. Jika signifikansi ≥ 0,05 maka data berdistribusi normal. 5. Jika signifikansi ≤ 0,05 maka data tidak berdistribusi normal. 3.7.2.1.2 Uji Multikolinieritas Uji multikolinearitas dilakukan untuk melihat apakah variabel bebas multikolinier atau tidak dan dicari regresinya

13 korelasi yang tinggi atau sempurna antar variabel independen (Ghozali, 2018: 107). Efek dari multikolinearitas ini adalah menciptakan variabilitas yang tinggi dalam sampel. Artinya, standard errornya besar, sehingga ketika koefisiennya diuji, t-number akan memiliki nilai yang lebih kecil dari matriksnya. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan linier antara variabel bebas yang dipengaruhi oleh variabel terikat. Untuk memastikan apakah terdapat multikolinieritas pada model regresi dapat dilihat dari nilai tolerance dan nilai variance inflation factor (VIF). Toleransi mengukur variabilitas variabel independen terpilih yang tidak dapat dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Oleh karena itu, toleransi yang rendah sama dengan nilai VIF yang tinggi (karena VIF = 1/toleransi) dan menunjukkan kolinearitas yang tinggi. Nilai cut-off yang umum digunakan adalah nilai tolerance 0, 10, atau sama dengan nilai VIF diatas 10. 3.7.2.1.3 Uji Heteroskedastisitas. Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah terdapat ketidaksamaan varians dalam model regresi. residual satu pengamatan pada pengamatan lain disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas (Ghozali, 2018:137). Model regresi yang baik adalah yang memiliki homoskedastisitas atau tidak ada heteroskedastisitas. Untuk menguji apakah ada heteroskedastisitas, dapat dilakukan dengan memeriksa ada atau tidaknya pola tertentu pada scatterplot. Dasar pengambilan keputusan menurut Ghozali (2018:138) adalah sebagai berikut: “Jika terdapat pola tertentu, seperti titik-titik yang memiliki bentuk tertentu yang teratur (besar, melebar kemudian menyempit), maka hal tersebut menandakan telah terjadi heteroskedastisitas. Jika tidak ada pola, dan titik di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu yang diperluas, maka tidak terjadi heteroskedastisitas. nilai variabel dependen berubah jika nilai dua atau lebih variabel independen seperti prediktor meningkat atau nilainya (memanipulasi). Oleh karena itu, analisis regresi linier berganda akan dilakukan jika jumlah variabel independen paling sedikit dua (Sugiyono, 2019: 153).

15 Teknik korelasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Korelasi Pearson Product Moment karena data yang digunakan adalah interpretasi atau data. Menurut Sugiyono (2019: 239) menjelaskan: “Produk korelasi: untuk menguji hipotesis hubungan antara variabel independen dan variabel dependen”. Rumus korelasi product moment adalah sebagai berikut : = ∑ (∑2)(∑2) = ∑11 (∑1)(∑1) Keterangan : = korelasi antara variabel X dan Y = Variabel X = Variabel Y = Jumlah sampel / masa studi Tentukan kekuatan atau kelemahan hubungan (korelasi) antar variabel, interpretasi normatif dapat digunakan sebagai berikut Tabel 3. 3 Koefisien korelasi dan rasio odds 0,00 – 0,199 Sangat lemah 0,20 – 0 399 Lemah – 0,50. Sedang 0,60 – 0,799 Kuat 0,80 – 1.000 Kuat Sumber : Sugiyono (2019:248)

80% Sangat tinggi 3.7.3 Pengujian Hipotesis Menurut Sugiyono (2019:99), hipotesis adalah: “Jawaban sementara terhadap suatu jenis pertanyaan penelitian, dimana pertanyaan tersebut dirumuskan dalam bentuk pertanyaan. Disebut sementara karena Jawaban yang diberikan hanya didasarkan pada teori yang relevan, belum fakta empiris, yang diperoleh melalui pengumpulan data.Dengan demikian, hipotesis dapat juga dinyatakan sebagai jawaban teoretis atas rumusan pertanyaan penelitian, belum merupakan jawaban empiris. Uji hipotesis dapat diartikan sebagai suatu pernyataan ilmiah yang digunakan dalam rangka kegiatan ilmiah berdasarkan prinsip-prinsip inkuiri, dimana kebenarannya belum dapat dibuktikan sehingga pengujian tetap dilakukan untuk mencapai hasil yang benar. Temukan jika Ha

Bab Iii Metode Penelitian. Sebuah Penelitian Agar Dapat Berhasil Dengan Baik, Maka Perlu

17 diterima atau ditolak, pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji artefak dan uji F. 3.7.3.1 Uji Parsial (Uji T) Menurut Ghozali (2018:88), “Uji T digunakan untuk menguji pengaruh masing-masing variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini pada bagian variabel terikat”. Menurut Sugiyono (2019:248), rumus pengujian t-test adalah sebagai berikut: ℎ = √ 2 -1 2 Keterangan: ℎ = nilai perhitungan t = koefisien korelasi 2 = koefisien determinasi = jumlah sampel Kriteria pengujian: 1 H0 diterima jika t diukur

Meja. Artinya data yang digunakan secara statistik membuktikan bahwa sebagian variabel bebas (X) tidak ada hubungannya dengan variabel terikat (Y). Pengujian ini dilakukan untuk menguji apakah ada pengaruh antara variabel independen (X) yaitu Kesadaran Wajib Pajak, Kualitas Pelayanan, Pengetahuan Pajak dan Sanksi Pajak terhadap variabel independen (Y) yaitu Kepatuhan Mengendarai Mobil Kena Pajak. H1 : Terdapat pengaruh Kesadaran Wajib Pajak terhadap Kepatuhan Kendaraan Bermotor Kena Pajak. H2 : Terdapat pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepatuhan Kendaraan Bermotor Kena Pajak. H3 : Pengaruh kesadaran pajak terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor.

Ftable maka H0 ditolak. Artinya data yang digunakan secara statistik membuktikan bahwa variabel bebas (X) secara simultan berpengaruh terhadap variabel terikat (Y). 2. Jika F hitung

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Berdasarkan penelitian tentang pengaruh Kesadaran Wajib Pajak, Kualitas Pelayanan, Pengetahuan Pajak dan Sanksi Pajak terhadap Kepatuhan Wajib Pajak dalam membayar Pajak Mobil di Samsat Kota Garut periode 2013-2020, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : Kantor Samsat Kabupaten Garut dibagikan sebagai tanggapan terhadap variabel Kepatuhan Wajib Pajak dalam penilaian posisi pada kategori baik secara keseluruhan dengan jumlah 2.494 dari 6 item. Semua catatan berada pada kategori “baik”, yang menunjukkan wajib pajak PKB yang dilaporkan ke Kantor Samsat Kabupaten Garut pada umumnya patuh dalam membayar pajak mobil. 2. Berdasarkan hasil rekapitulasi kuisioner yang disebar ke KPP PKB Kabupaten Garut, respon terhadap hasil variabel Kesadaran Wajib Pajak terbagi dalam satu kategori.

Pdf) Teknik Uji Instrumen Penelitian Pendidikan

Cara membuat skala likert di google form, skala likert, cara menghitung skala likert dengan spss, rumus skala likert, cara membuat google form skala likert, rumus menghitung skala, cara membuat kuesioner skala likert di google form, buku skala likert sugiyono pdf, cara menghitung kuesioner skala likert, cara menghitung kuesioner dengan skala likert, cara menghitung skala likert, rumus skala likert menurut sugiyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *